Tampilkan postingan dengan label article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label article. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Oktober 2013

Arti dan Makna Simbol Hewan

Beruang 
Dalam ilmu Alkimia atau ilmu pengetahuan pada di masyarakat barat kuno, Beruang merupakan nigredo (Nigredo, atau kegelapan dalam alkimia berarti pembusukan atau dekomposisi. Para alkemis atau ahli alkimia percaya bahwa sebagai langkah pertama dalam mencapai batu filsuf semua bahan alkimia harus dibersihkan dan dimasak secara ekstensif untuk menseragamkan kehitamannya) dari bahan utama dalam ilmu alkimia sehingga hewan ini melambangkan semua jenis cara dan naluri. Berdasarkan pemahaman itu maka beruang kemudian dianggap sebagai sesuatu yang berbahaya dan kejam. Beruang juga dianggap sebagai hewan yang berasal dari bulan dan merupakan sahabat dari Dewi Hutan.

Elang

Secara umum berhubungan dengan hal-hal yang bersifat spritual, posisi atau kedudukan yang tinggi dan semangat pantang menyerah yang terus menyala bagaikan sinar matahari yang terus bersinar. Dalam tulisan Mesir kuno huruf A digambarkan sebagai burung elang yang bertugas sebagai penghangat dan penanda awal dari hari. Elang adalah burung yang sepanjang hidupnya selalu diliputi oleh cahaya matahari dan karena itu pada inti dari hewan ini dianggap memiliki cahaya yang terbagi dalam  element udara dan api. Perbandingannya pada burung Hantu yang dianggap sebagai burung kegalapan dan lambang kematian. Elang juga melambangkan sosok seorang ayah, pemberani, kecepatan, penerbangan, berhubungan dengan petir dan guntur. Elang juga melambangkan dewa perang dan kekuasaan. Elang sering dilukiskan dengan berkepala singa, hal ini melambangkan kekuatan dan kekuasaannya di udara bagaikan singa di darat. Di Amerika pada masa sebelum Kolumbus, elang memiliki simbolisme yang sama, menandakan perjuangan antara spiritual dan prinsip langit dan dunia bawah. Perlambangan ini berlaku pada seni Romanesque. Di Suriah kuno, elang yang berlengan manusia disimbolkan menyembah matahari. Hal tersebut melambangkan jiwa yang abadi. Dalam kekristenan, elang dianggap sebagai seorang utusan dari surga. Pada tradisi Yunani elang diyakini dapat terbang lebih tinggi daripada burung lainnya, dan karenanya dianggap sebagai ekspresi paling tepat dari keagungan ilahi.

Gajah

Secara umum simbol gajah melambangkan kekuatan dan tenaga libido. Kepercayaan masyarakat India menganggap gajah sebagai penopang dan penyangga alam semesta. Pada prosesi kerajaan di India gajah merupakan kendaraan yang dinaiki oleh raja dan ratu. Selain itu gajah juga melambangkan simbol awan karena warnanya yang abu-abu.
Pada abad pertengahan gajah melambangkan kebijaksanaan, moderasi, keabadian, dan
belas kasihan.

Katak

Hewan transisi antara darat dan air karena hidup di dua alam tersebut. Beberapa legenda mengatakan katak hewan yang berasal dari bulan. Katak juga dianggap sebagai penentu turunnya hujan. Bagi masyarakat Mesir kuno katak dianggap sebagai hewan pembawa kesuburan. Ini didasari oleh kehadiran mereka di sungai Nil sebelum terjadi luapan sungai yang mendatangkan kesuburan. Menurut Blavatsky, sifat ampibi dan muncul serta hilang menjadikan katak sebagai salah satu mahkluk utama dalam ide penciptaan dan kebangkitan. Katak juga melambangkan puncak evolusi manusia yang diperkuat oleh cerita rakyat mengenai katak yang menjelma menjadi manusia.

Kelelawar

Banyak pandangan yang keliru tentang Kelelawar karena sifat alami hewan ini tidak biasa yaitu melakukan aktivitas dan kegiatan pada malam hari. Di Cina Kelelawar dianggap melambangkan kebahagian dan umur panjang. Masyarakat barat jaman dahulu mengganggap Kelelawar kurang lebih sama seperti naga dan digolongkan sebagai mahkluk berkelamin ganda atau hermaphrodit. Bentuk sayapnya selalu disangkutpautkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan neraka.

Lebah

Dalam tulisan Mesir kuno lebah melambangkan susunan atau struktur kerajaan dengan menganalogikan struktur dari komunitas lebah. Terutama lebah dianggap sebagai symbol kreativitas, kerja keras dan kemakmuran karena madu yang dihasilkan oleh lebah. Dalam kitab suci perjanjian lama pada bagian perumpamaan mengenai Samson lebah dimaknai sama seperti pada masyarakat Mesir kuno. Masyarakat Yunani menganggap lebah sebagai lambang kerja keras dan ketaatan. Tradisi Delphic (salah satu tradisi Yunani Kuno) menganggap bahwa kuil mereka yang kedua dibangun oleh lebah. Pada ajaran tentang kehidupan gaib lebah melambangkan jiwa manusia bukan hanya kerena madu tapi juga karena pola hidup lebah yang selalu bersama-sama dianggap sama seperti kumpulan jiwa-jiwa dalam suatu tempat suci di mana suatu saat nanti semua jiwa manusia akan berkumpul di tempat itu. Dalam masyarakat Kristen lebah melambangkan kerajinan dan pandai berbicara. Di masyarakat Indo Arya dan dalam tradisi Muslim pandangan tentang lebah tidak berbeda dengan ajaran tentang kehidupan gaib.

Lumba-lumba

Pada beberapa simbol melukiskan lumba-lumba dengan corak dua lumba-lumba kembar dengan posisi satu di atas dan lainnya di bawah dan hal ini melambangkan dual aliran kosmik involusi dan evolusi. Lumba-lumba diartikan sebagai lambang keselamatan yang diinspirasi oleh legenda kuno bahwa lumba-lumba adalah sahabat manusia. Figur lumba-lumba juga biasa dibuat melingkari bagian jangkar kapal dengan tujuan mengingatkan agar selalu berhati-hati.

Singa

Singa melambangkan emas dan dianggap bagai matahari yang turun ke tanah. Hal tersebut menjadikan singa sebagai simbol dari dewa matahari seperti Mithras. Orang Mesir kuno percaya bahwa singa yang menyebabkan banjir tahunan pada sungai Nil karena bertepatan dengan masuknya cahaya matahari ke lambang zodiac Leo selama perayaan hari anjing. Kulit singa dianggap sebagai atribut atau bagian dari sinar matahari. Dalam ilmu pengetahun “Singa dari logam” dipakai untuk menyebut logam emas. Singa juga dipakai untuk menandakan waktu seperti singa muda sebagai pagi hari dan singa tua sebagai waktu matahari terbenam.

Serigala

Bagi orang Romawi dan Mesir kuno Serigala adalah lambang keberanian. Serigala juga dianggap menjelma sebagai pengawal pada setiap kejadian-kejadian besar. Pada mitologi masyarakat Nordik dikatakan ada seokor serigala yang mengirikan bernama Fenris yang berhasil menghancurkan rantai besi dan pergi ke dalam perut bumi. Di mana pada saat senja, keluar dari dalam perut bumi tempat serigala tersebut tinggal para raksasa jahat yang kemudian akan menelan matahari. Dari cerita ini maka serigala dianggap sebagai lambang kejahatan bagi masyarakat Nordik.

Ular

Keterbatasan fisik tidak menghalangi gerakan lincahnya saat ditanah maupun saat memanjat. Hal itu membuat hewan ini dianggap sebagai lambang keuletan, kekuatan dan kesederhanaan. Di India ular sangat dihormati sebagai hewan suci karena dianggap sebagai penjaga mata air kehidupan dan keabadian. Karena bentuknya yang berliku-liku maka ular dianggap sebagai simbol dari kebijaksanaan dan sebuah misteri besar.
Pandangan negatif terhadap ular adalah ular merupakan lambang kehancuran hal ini terjadi ketika pada jaman Mesir kuno ketika Musa yang membawa tongkat yang bisa menjadi ular meninggalkan Mesir dan menyeberangi laut merah maka semua kekuataan tentara Mesir ikut tenggelam di laut merah. Ular merupakan simbol penggoda, ini didukung oleh tulisan dalan Alkitab yang menyatakan dosa asal manusia oleh Adam dan Hawa disebabkan oleh godaan ular.

Sumber: Dari berbagai sumber

Asal, Arti,dan Makna Teater Secara Singkat



         Hampir setiap orang di sekitar kita pernah mendengar istilah kata teater, bahkan sebuah fasilitas media hiburan pun yang berupa televisi Flat ukuran besar dengan seperangkat audionya disebut Home theater, Gedung bioskop pun disebut teater, gedung tempat pertunjukan musik, tarian, juga drama disebut teater jadi sebenarnya apa itu teater? Akan coba saya jelaskan secara singkat dan alakadarnya Dengan sumber dan pengetahuan sedikit yang saya miliki seputar arti, makna, dan sejarah teater.
            Asal penamaan teater bermula pada zaman Yunani kuno, tak aneh jika memang asal kata teater muncul di disuatu bangsa pencetus ilmu pengetahuan, bangsa para filosof, namun itu hanya dalam wilayah kata, bukan asal mula teaternya, dilihat dari teori sejarah pun asal muasal teater berawal sejak jaman primitive jauh sebelum zaman Yunani kuno. Kembali ke penamaan kata, teater yang sebenarnya berasal dari kata theatron, kata Yunani yang artinya seeing place atau tempat tontonan. Jadi  bioskop, atau gedung pertunjukan disebut teater oleh masyarakat tertentu itu adalah adaptasi kata  dari theatron sendiri, jadi saat ini kata teater masih digunakan sebagai tempat berlangsungnya suatu pementasan atau pertunjukan. Sekarang ini pemaknaan dari teater pun semakin melebur, semakin luas dalam sebuah karya seni, dan bahkan dapat menunjukan sebuah kejadian atau peristiwa dalam masyarakat, maka dengan istilah teater , kita mampu mengetahui seluruh warisan budaya drama, sastra drama, bahkan beberapa bentuk jenis pertunjukan seperti mime, pantomime, kabaret, wayang kulit, wayang golek, dan kesenian-kesenian lainnya yang berhubungan dengan pertunjukan. Itulah asal dari kata dan pemaknaan tentang teater secara garis besarnya

Sejarah Teater ; Berawal Dari Yunani Kuno.

        Sebelum membahas langsung kepada teater jaman Yunani kuno, saya akan mengulas dahulu tentang teori asal mula teater atau drama. 
(1) Benih teater itu  salah satunya berasal dari upacara agama primitive, upacara yang biasanya bersifat mistis dengan penghayatan dan keseriusannya sebagai bentuk sesembahan kepada dewa, roh, atau penguasa alam. Dan upacara semacam itu biasanya menambahkan unsur cerita yang akhirnya berkembang menjadi sebuah pertunjukan. 
(2) Berasal dari nyanyian untuk memnghormati seseorang yang dianggap berjasa. Dalam nyanyiannya bercerita kisah riwayat hidup seseorang yang meninggal dan jasa-jasanya, yang lama kelamaan nyanyian tersebut diiringi sebuah peragaan teaterikal. 
(3)berasal dari kesukaan manusia bercerita, dan mendengarkan cerita, dan hal yang diceritakan itu dikembangkan menjadi sebuah pertunjukan (seperti kepahlawanan, perang, legenda dll)
            
Perkembangan drama sekarang ini berawal dari Yunani Purba seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Sekitar tahun 600 SM ada festival untuk menghormati dewa Dyonysius yaitu dewa anggur dan kesuburan. Festival tersebut berbentuk festifal tarian dan nyanyian, kemudian mereka menyelenggarakan sayembara pertunjukan dimana ada tarian, nyanyian yang didasarkan pada sebuah cerita, secara historis itu menjadi sayembara drama pertama. Sayembara biasa dilakukan di Athena dan pertunjukan yang dibawakan adalah drama tragedy. Pemenang sayembara pertama kali itu ialah Thespis seorang actor dan penulis tragedi yang pertama dikenal di dunia. Thespis sebenarnya merupakan tokoh historis tetapi oleh masyarakat Yunani Kuno dijadikan legenda, dan segala seuatu tentang drama dinyatakan sebagai penemuan Thespis, maka kerena itu para actor pertunjukan disaat itu disebut Thespian.
Perkembangan drama Yunani mengalami puncaknya sekitar tahun 400 SM . drama masih diperuntukan sebagai bagian dari upacara agama. Upacaranya terbuka untuk umum . tempat pertunjukan yag terkenal di Athena adalah teater Dyonysius, yang terletak disamping bawah bukit Acropolis, yaitu pusat kuil di Athena.
            Pada saat itu penulis drama biasa memainkan naskahnya sendiri, jadi seorang actor sekaligus seorang penulis naskah cerita. Dari begitu banyaknya naskah drama Yunani kuno kurang lebih hanya tigapuluh naskah yang ada sampai sekarang ini. Dan naskah-naskah itu ditulis oleh penulis-penulis terkenal dizamannya seperti Aeskilos, Sophokles dan Euripedes (ketiga tokoh drama ini spesialis Tragedi), Aristhopanes (Komedi), dan Menander (komedi).
            Pada akhir Tahun 400-an SM festival drama Dyonysius, tidak melulu drama tragedy malah sang actor peserta festival harus menyuguhkan 3 tragedi dan 1 Satyr. Satyr ini dimaksudkan sebagai komedi ringan dan pendek yang jenaka dan parody terhadap mitologi. Arti Satyr sendiri adalah makhluk mitologi yang setengah manusia setengah binatang dan para koor drama Satyir biasanya memerankan para Satyr sang makhluk dongeng. Hanya ada satu naskah satyr yang selamat yakni Naskah Euripedes, yang berjudul Cyclop.
            Pada tahun 300-an SM Komedi muncul, Komedi berasal dari kata Komodia yang maknanya membuat gembira. Dalam komedi pelaku utama biasanya memerankan tokoh sebagai pembawa ide gembira, misalnya pembawa pesan damai untuk mengakhiri perang, seluruh cerita naskah drama pada saat itu berakhir menggembirakan. Karena saat itu  tidak ada atau tidak boleh ada percampuran jenis cerita drama antara komedi dan tragedi (karena pertunjukan tragedy bermula dari perayaan upacara keagamaan)  Biasanya setelah pertunjukan komedi, acara dilanjutkan dengan Komos yakni keluar arena pertunjukan dan mengadakan pesta dengan penuh kegembiraan.